WSJ: organisasi Hamas bersiap-siap bertempur dalam sedang permasalahan negosiasi

Ibu Kota Rusia – Inisiatif perjuangan Palestina, Hamas, sedang bersiap untuk melanjutkan pertempuran pada Jalur Daerah Gaza oleh sebab itu adanya permasalahan di negosiasi gencatan senjata dengan Israel, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Rabu.
WSJ yang mengutip beberapa orang pejabat dari negara-negara Arab secara anonim mengungkapkan bahwa organisasi Hamas sedang menyusun kembali kekuatan militernya untuk kemungkinan dimulainya kembali pertempuran di dalam Gaza.
Selain itu, sayap bersenjata organisasi yang disebutkan telah dilakukan menunjuk komandan baru dan juga mulai menyusun rencana untuk kemungkinan penempatan pasukannya, kata para pejabat itu.
Sementara itu, pasukan tanah Israel dilaporkan berupaya mengambil kendali Koridor Netzarim, yang tersebut membagi Wilayah Gaza menjadi utara lalu selatan.
Sebagai bagian dari persiapan pertempuran, gerakan Hamas sedang mempersiapkan regu khusus untuk melacak mata-mata tanah Israel yang dimaksud terdapat di dalam Gaza.
Para pejabat itu mengemukakan bahwa organisasi Hamas telah terjadi mulai memulihkan terowongan dalam Daerah Gaza dan juga mengajari anggota barunya cara menggunakan senjata di pertempuran gerilya melawan angkatan bersenjata Israel.
Sebagaimana diwartakan, negara Israel menerima enam sandera dari kelompok Hamas pada Hari Sabtu (22/2) tetapi menolak melegakan tambahan dari 600 tahanan Palestina yang tersebut dijadwalkan untuk ditukar.
Kantor pemimpin otoritas negara Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan "menunda" pembebasan tahanan Palestina sampai kelompok Hamas menjamin pembebasan sandera tanah Israel berikutnya "tanpa melalui upacara yang dimaksud memalukan".
Gencatan senjata sudah berlaku dalam Jalur Daerah Gaza sejak 19 Januari sebagai bagian dari kesepakatan antara negeri Israel dan juga pergerakan Palestina gerakan Hamas untuk membebaskan sandera tanah Israel dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina.
Penjamin perjanjian yang dimaksud adalah Qatar, Mesir juga Amerika Serikat, yang tersebut telah terjadi mendirikan pusat koordinasi di area Kairo.
Kesepakatan ini adalah gencatan senjata kedua selama konflik berlangsung. Tahap pertama selesai pada November 2023 serta semata-mata berlangsung selama enam hari.
Sumber: Sputnik-OANA






