Jelang Munas VII IKA PMII, Kandidat Ketua Umum Bermunculan

JAKARTA – Menjelang inisiasi Musyarawah Nasional (Munas) VII Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII ), Hari Jumat (21/2/2025), sudah ada mulai muncul banyak kandidat Ketua Umum.
Beberapa nama yang muncul yakni Pengurus DPP PKB juga Anggota BPK Fathan Subkhi, Menteri ATR-BPN Nusron Wahid, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Purnomo, lalu Mantan Anggota DPR RI Zaeni Rahman.
Kemunculan beberapa nama kandidat ni merupakan fenomena menarik. Karena beberapa hari menjeang Munas, belum ada nama-nama yang muncul. Ketua Stering Comitte (SC) Ngatawi al-Zastrouw berpendapat bahwa kemunculan para kandidat ini adalah perkembangan yang mana baik, lantaran suasana akan menjadi lebih lanjut dinamis.
“Namun saya mengingatkan agar para kandidat yang mana berkompetisi dapat menjaga moral etik dengan mengedepankan semangat persaudaraan serta kebersamaan yang digunakan selama ini sudah ada dibangun di dalam kalangan warga IKA PMII,” ujar Zastrouw.
Zastrouw menjelaskan, selain memilih Ketua Umum, Munas juga akan mengkaji beberapa isu strategis terkait dengan peran IKA PMII di keberadaan hidup sebagai bangsa lalu bernegara. Hasil pembahasan ini akan menjadi pijakan untuk merumuskan langkah strategis organisasi serta acara kerja juga rekomendasi.
Ada tiga isu utama yang akan dibahas di Munas ini, yaitu reaktivasi genetika unggul bangsa nusantara, bidang strategis lalu penguasaan tehnologi tinggi, dan juga pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan.
Dia berharap Ketua Umum terpilih dapat mengawal pemikiran serta kerangka konsep ini. “Syukur yang dimaksud terpilih merekan yang sudah ada mengambil bagian telibat di pembahasan intens isi-isu ini sehingga dapat memahami gagasan ini secara utuh,” kata Zastrouw.
Hal senada dikatakan Ketua Umum IKA PMII Ahmad Muqowwam. Dia mengatakan, pengurus IKA PMII ke depan harus dapat menjaga soliditas kemudian semangat persaudaraan yang selama ini sudah ada terbangun.
“Anggota IKA PMII ini beragam pilihan politik, profesi, juga latar belakang sosial. Semua harus terayomi juga mendapat tempat, agar merekan merasa nyaman berada pada wadah IKA PMII,” ujar Muqowwam.






