Kedubes Inggris: Upaya kolaboratif dibutuhkan tangani disinformasi

Ibukota Indonesia – Wakil Kepala Misi untuk Indonesia Kedubes Inggris Matt Downing menyampaikan bahwa upaya kolaboratif dengan semua pihak, teristimewa mitra internasional, juga pendekatan rakyat secara menyeluruh dibutuhkan di menangani disinformasi.
“Kita perlu melakukan ini bersama-sama … disinformasi tidak ada menghormati batas negara mana pun, itu akan terjadi dari satu negara yang berbeda ke dua negara yang berbeda, sehingga kerja sejenis (semua pihak) benar-benar penting,” kata Downing dalam Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan hal yang dimaksud di seminar internasional “Membangun Ketahanan terhadap Disinformasi kemudian Berita Palsu” di area Jakarta.
Selain itu, Downing juga menyampaikan pentingnya lingkungan informasi yang mana dapat diperjuangkan juga keinginan yang dimaksud sangat kuat untuk menyediakan informasi yang digunakan dapat dipercaya untuk publik.
“Hal ketiga yang dimaksud saya pahami adalah tentang pentingnya melindungi ketahanan publik terbuka kita dengan berinvestasi pada literasi media, di pendidikan, berinvestasi di langkah-langkah regulasi legislatif domestik kita sendiri,” lanjut Downing.
Kerja identik global dibutuhkan untuk integritas non-derivasi agar dapat membatasi kemampuan pelaku yang digunakan berseteru yang dimaksud beroperasi dengan impunitas pada menyebarkan disinformasi, ujar Downing.
Downing memberi salah satu contoh kerja serupa global yaitu Deklarasi Global tentang Integritas Berita Secara Online yang mana diperkenalkan oleh Kanada lalu Belanda, yang tersebut kemudian ditandatangani oleh Inggris dan juga banyak negara lain.
“Deklarasi yang disebutkan berfungsi sebagai kerangka kerja, membantu kita menegakkan integritas informasi daring, mengatasi penyebaran informasi kampanye disinformasi oleh pelaku negara juga non-negara, kemudian membantu kita menguatkan respons kita terhadap potensi juga tantangan yang dimaksud dihadirkan Teknologi AI di dalam tempat kita berada,” katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa pemerintah tidaklah dapat menangani disinformasi sendirian, sembari menegaskan lagi bahwa kerja sejenis dari semua pihak diperlukan untuk menjaga integritas informasi juga memverifikasi informasi yang dimaksud salah tidaklah terjadi.
“Kita perlu bergerak progresif lebih tinggi berjauhan dari sekadar mengawasi ini sebagai kesulitan komunikasi apabila kita ingin benar-benar memberikan dampak,” ucap Downing.
Seminar internasional “Membangun Ketahanan terhadap Disinformasi juga Berita Palsu” diselenggarakan oleh Kedubes Inggris, Kedubes Belanda, Kedubes Polandia, Uni Eropa serta Kedubes Estonia pada Singapura dalam Ibukota Indonesia pada Rabu.
Seminar yang disebutkan diadakan dengan tujuan untuk memulai pembangunan pemahaman bersatu mengenai disinformasi serta berita palsu guna mengempiskan dampak serta penyebaran disinformasi itu sendiri.






