Dukung Industri Perikanan Berkelanjutan, Wahaha Seafood Perkuat Standar Standard

JAKARTA – Fakta dari Kementerian Kelautan juga Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa kemungkinan perikanan tangkap laut Indonesia mencapai 9,3 jt ton per tahun, sementara prospek perikanan budidaya sanggup mencapai 56,8 jt ton per tahun. Namun, lebih banyak dari 70% kemungkinan ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pada 2022, konsumsi ikan per kapita di dalam Indonesia tercatat mencapai 56,48 kilogram, yang dimaksud merupakan hitungan tertinggi pada 10 tahun terakhir. Meskipun demikian, bilangan ini masih berada pada bawah target pemerintah yang dimaksud berharap konsumsi ikan dapat mencapai 60 kilogram per kapita pada 2024.
“Sektor kelautan kemudian perikanan memainkan peran penting sebagai penggerak perekonomian di dalam Provinsi Lampung,” kata Gubernur Lampung Samsudin.
Sebagai wilayah yang kaya akan hasil laut, Lampung merupakan pusat perikanan tangkap dan juga budidaya. Namun, nelayan juga petambak pada wilayah ini masih menghadapi tantangan terkait akses bursa kemudian biaya jual yang dimaksud kompetitif.
Berbagai upaya diadakan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, termasuk kerja sejenis dengan sektor kuliner yang digunakan mengupayakan pemakaian material baku lokal lalu berkelanjutan.
Restoran Wahaha Seafood, yang berdiri sejak 2021, menjadi salah satu contoh bidang usaha kuliner yang memanfaatkan prospek hasil laut Lampung secara maksimal. Bermula dari sebuah tempat kecil pada pinggir jalan dengan delapan meja, sekarang Wahaha Seafood telah terjadi dikenal sebagai restoran seafood terkemuka di tempat Lampung.
“Kami ingin memberdayakan hasil laut Indonesia yang digunakan melimpah ini dengan memberikan masakan seafood terbaik untuk seluruh kalangan rakyat Indonesia serta menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah menghadapi hasil lautnya,” jelas pemilik restoran, Kevin Topan.
Restoran ini juga berfokus pada kualitas kemudian keberlanjutan materi baku yang dimaksud digunakan. Kevin menambahkan.
“Beberapa hidangan andalan kami yaitu kepiting asap, kerapu steam kiamboy, lalu ikan ayam-ayam, rutin mendapat pengakuan sebagai yang dimaksud terbaik di area Lampung dari para pelanggan,” ujar Kevin.
Selain itu, Wahaha Seafood turut berperan pada pemberdayaan nelayan lokal. Pada bulan suci Ramadhan ini, restoran yang dimaksud mengadakan kegiatan berbagi masakan seafood untuk nelayan sebagai bentuk penghargaan berhadapan dengan sumbangan merek di menjaga keberlanjutan sektor perikanan di dalam tempat tersebut.






