Beda dengan AS-Israel, 4 Negara Eropa Dukung Rencana Arab untuk Daerah Gaza Senilai Rp864 Billion

LONDON – Empat negara Eropa; Prancis, Jerman, Italia, juga Inggris, menggalang rencana para pemimpin Arab untuk rekonstruksi Wilayah Gaza yang tersebut akan menelan biaya USD53 miliar (lebih dari Rp864 triliun) tanpa pengusiran rakyat Palestina.
“Rencana yang dimaksud menunjukkan jalur yang realistis menuju rekonstruksi Daerah Gaza kemudian menjanjikan—jika dilaksanakan—perbaikan yang dimaksud cepat kemudian berkelanjutan terhadap kondisi hidup yang sangat buruk bagi warga Palestina yang digunakan tinggal di dalam Gaza,” kata para menteri luar negeri empat negara Eropa yang disebutkan pada pernyataan bersama, yang dimaksud dilansir Reuters, Mingguan (9/3/2025).
Rencana tersebut, yang mana disusun oleh Mesir serta diadopsi oleh para pemimpin Arab pada hari Selasa, telah lama ditolak oleh tanah Israel dan juga oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang dimaksud telah dilakukan menyampaikan visinya sendiri untuk mengubah Jalur Kawasan Gaza menjadi “Riviera of The Middle East”.
Rencana Trump adalah Amerika Serikat mengambil alih Jalur Daerah Gaza dan juga membangunnya kembali dengan memindahkan 2 jt penduduk Palestina dari wilayah yang disebutkan ke Mesir serta Yordania. Rencana Trump ini didukung Israel, namun memicu kemarahan komunitas internasional termasuk dunia Arab.
Usulan Mesir yang disebutkan membayangkan pembentukan komite administratif yang digunakan terdiri dari teknokrat Palestina yang mana independen dan juga profesional yang mana dipercayakan untuk mengurus Daerah Gaza setelahnya berakhirnya pertempuran di dalam Daerah Gaza antara negeri Israel kemudian Hamas.
Komite yang disebutkan akan bertanggung jawab berhadapan dengan pengawasan bantuan kemanusiaan dan juga pengelolaan urusan Jalur Daerah Gaza untuk sementara waktu pada bawah pengawasan Otoritas Palestina.
Pernyataan dengan empat negara Eropa pada hari Hari Sabtu mengungkapkan bahwa dia berikrar untuk bekerja mirip dengan inisiatif Arab, lalu dia menghargai “sinyal penting” yang tersebut sudah dikirim oleh negara-negara Arab dengan mengembangkannya.
Pernyataan yang disebutkan menyatakan: “Hamas tidak ada boleh memerintah Wilayah Gaza lalu tidak ada boleh menjadi ancaman bagi negara Israel lagi.”
“Keempat negara menyokong peran utama Otoritas Palestina juga pelaksanaan rencana reformasinya,” imbuh pernyataan dengan mereka.






